Wednesday, 8 June 2016

Menyoal bagus tidaknya sebuah film

 Bagus dan tidak baik dan buruk dan semua paradok tentang nilai yang beredar di sekitar kita. Lo pasti pernah setelah nonton berdiri dari tempat duduk, dan mendengar kritikan dari para kritikus dadakan ini. Alih alih mencoba menikmati film yang mereka tonton. Seakan akan mereka berdiri lebih tinggi daripada film, dan menetukan mana yang oke, dan yang tidak.


Dana lagi sekarang muncul movie reviewer yang melakukan ulasan pada blog mereka. Tidak jarang sebuah film digiring dengan ulasana yang  menjatuhkan sebuah film. Yang mungkin tidak disadari dengan membaca review ini membuat seseorang urung menonton sebuah film hanya karena ketidaksukaan seseorang terhadap sebuah film.

Mungkin bisa jadi bukan filmnya yang buruk, tapi selera para kritikus itu yang berbeda. Ini gw analogikan kayak makan ind*mie goreng yang pedes banget. Yang gak suka pedes bakal bilang gak enak, yang suka sama pedes bakal bilang gak enak. Tapi kalo lu penasaran coba ya coba aja, jangan sampe gara-gara orang bilang A lu ikut-ikutan bilang A.

Ini yang terjadi di film BvS dimana orang-orang beramai ramai memberikan review yang negatif. Gw juga sempet hampir kemakan tapi karena gw emang pengen banget nonton BvS yah gw langsung pergi kebiokop ama bini gw and nonton tuh film. And you know what? filmnya gak sejelek yang dibilang orang, mungkin memang bukan film genre superhero terbaik tapi cukup menghibur kok, bini gwpun suka sama filmnya (doi klo gak menikmati filmya pasti ketiduran dibioskop).

So yang pengen gw bilang selera semua orang berbeda berdasarkan interest bahkan latar belakang seseorang dan selera lu yah seleralu gak ada yang salah sama itu. So saran gw klo lu tipe orang yang agak goyah iman nonton filmnya, jangan baca review orang dulu. Cukup datang ke bioskop beli tiket dan persiapkan dirimu untuk menikmati kejutan dalam menonton film dan jangan menggerutu..hehehe...

No comments:

Post a Comment