Tuesday, 31 May 2016

Trumbo si minoritas di tanah demokasi

Trumbo (Bryan Cranston) seorang warga negara Amerika Serikat yang menganut komunisme. Apalagi Trumbo berkerja sebagai penulis naskah film. Hal ini membuat kehidupannya semakin berat karena setelah masa Perang Dunia ke 2 AS dan Uni Soviet (dedengkotnya paham komunis )  sedang terlibat perang dingin.
Para pelaku Film di AS yang digunakan untuk melakukan kampanye melawan komunis yang diinisiasi oleh Hedda Hopper(Helen Miren) sedang gencar-gencarnya menekan paham komunis. Mereka mengucilkan trumbo dan kawan-kawanya yang beraliran sama. Kehidupan menjadi semakin sulit untuk mereka semua.


Trumbo dicap pengkhianat, bahkan ia sempat ditangkap bersama beberapa tahun, Setelah selesai menjelani masa penahanan, tantangan  yang harus dia hadapi semakin berat, karena industri film memboikot mereka yang beraliran kiri dan tidak mau memakai jasa mereka. Ditambah beberapa temanyapun mengkhianatinya.

Hingga suatu hari ia pergi ke Perusahaan film milik Frank King (John Godman) untuk menjual naskahnya. Frank King orang yang lebih bersifat pragmatis  membeli naskah Trumbo dan dengan catatan ia tidak akan menggunakan nama Trumbo sebagai penulis naskah filmnya.

Premis yang menggelitik sih.... melihat bagaimana seseorang percaya dengan ideologi yang dia pilih. Kita bisa melihat ia berinteraksi dengan rekan filmnya yang beraliran bersebrangan. Dalam film ini kita merasakan bingungnya seorang Trumbo yang notabennya salah satu pesohor di dunia film menghadapi masalah yang pelik meilbatkan teman dan keluarga. Bryan Castron sukses memperlihatkan Trumbo yang hangat kebapakan, bahakan menghardik dengan anggun. Salut untuk Mr Bryan Castron

No comments:

Post a Comment